Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2015

Backpacker, Traveler, Flashpacker Or Tourist ??






Udah gag dipungkiri lagi kalau kegiatan jalan-jalan atau traveling udah jadi sesuatu yang naik daun saat ini, sebagian udah menjadikannya gaya hidup. Banyak orang yang ngelakuin berbagai kegiatan perjalanan untuk suatu tujuan misal buat sekedar jalan-jalan dan having fun disuatu daerah, wisata alam misal pendakian gunung atau diving, olah raga, shoping, bisnis, dinas kerja, religi, nonton konser dan bahkan masih banyak lagi.

Nah, dari berbagai macam tujuan orang melakukan suatu perjalanan, muncul berbagai macam istilah atau golongan untuk orang-orang dengan berbagai macam tujuan dan aktivitas mereka saat traveling. Beberapa diantaranya ada Backpacker, Traveler, Flashpacker or Tourist. Gue pribadi masih belum begitu paham makna dan arti dari istilah-istilah itu.

Senin, 29 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 5 )

Bertarung dengan badai bermodal mental




Okey... akhirnya setelah kurang lebih 5 jam perjalanan turun dari puncak sampe juga di shelter tiga. Kedua teman saya langsung tepar dan minta istirahat dulu satu jam sebelum lanjut untuk turun. Saya akhirnya pun nego dengan mas Mawardi untuk turun jam satu, tapi gag ngelarang teman-teman lain jika ingin turun duluan.

Yak, manusia merencanakan, manusialah yang menentukan. Niat turun jam satu dari shelter tiga akhirnya pun molor 4 jam, alias baru turun jam 5. Beberapa faktornya sempat hujan dan penyebab utama ada rombongan pendaki yang namu ditenda kami karena ada temannya yang sakit, jadi numpang istirahat.

Dan.. seperti biasa, bisa naik gag bisa turun. Dari shelter tiga ke shelter dua ini turunnya gag kalah berat. Saya sempet kelimpungan juga apalagi guide saya jalan belakangan. Untungnya ada dua orang rombongan pendaki dari bekasi yang sempat mampir ditenda kami, jalan bareng saya, Flo dan Novi.

Momen yang paling menyedihkan, ketika saya gag kuat berdiri karena kesangkut diantara lubang dan ranting. Entahlah, saya bukan takut ketinggian, saya hanya takut jatuh.. iya jatuuuh, aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tersesat dalam lamunan luka dalam...uw uw... *halah kok malah nyanyi :|

Untungnya, gag lama si abang guide pun muncul, seperti biasa beliau jadi penyelamat saya.. ahahahaha

Dan tibalah kami dishelter dua sekitar jam 6 lebih. Hari mulai gelap.. sempet mampir sebentar ditenda rombongan pendaki yang tadi mampir ditenda kami. Dan kebodohan itu pun dimulai.. karena saya menitipkan kerir saya. Salah satu dari mereka, menawarkan untuk membawakan kerir saya. Saya pikir tidak masalah, ini bisa mengurangi beban saya, biar saya bisa jalan lebih cepat tanpa beban. Bodohnya, saya jalan duluan, rombongan mereka jalan belakangan diatas jam 7, saya pun tidak masalah. Toh jalan mereka cepat, mereka pasti bisa menyusul saya.

Rabu, 24 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 4 )

Bisa Naik Gag Bisa Turun.... 



Banyak yang menganggap kalau turun gunung tuh lebih gampang daripada naiknya, makanya dari prediksi waktu yang namanya turun pasti lebih cepat. Nah, sebenernya iyaa, tapi untuk urusan turun gunung dengan waktu yang cepat kayanya itu bukan saya.. hiksss



Rasanya iri sama orang-orang yang bisa lari-larian ketika turun gunung. Kalau saya ketika turun gag pernah absen buat ngesot bahkan pernah sampe celana bolong ! hahahhaha.


Selasa, 23 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 3 )

Menuju Puncak


Sekitar jam 2 dini hari, terdengar suara Mas Mawardi yang membangunkan kami dari luar tenda. Huhh, rasanya belum rela ninggalin sleeping bag untuk berangkat summit attack. Badan masih terasa lemas banget karena terlalu capek diperjalanan ke shelter tiga tadi siang. Apalagi udara diluar yang dingin banget.... ampun deh, enaknya mah ini tidur aja, tapi masa udah jauh sampe sini cuma buat tidur.. ?

Oke. akhirnya maksain diri, nyemangatin diri buat summit attack. Kira-kira perjalanan summit attack dimulai jam 3 dari shelter tiga. Rasanya kaki udah gag kuat lagi buat melangkah, belum lagi harus melawan dingin. Tapi dalam situasi dingin yang menusuk, harus terus bergerak untuk melawan dingin agar tubuh tetap terasa hangat.

Dalam perjalanan summit attack, saya sempat kewalahan.. Trek summit attack dari shelter tiga menuju puncak cukup sulit walau tak seekstrim trek dari shelter dua keshelter tiga. Oya, treknya di dominasi sama batuan kerikil agak lebih mending sih daripada trek summit attack Gunung Semeru dari Kalimati Kepuncak yang pasirnya halus, kalau kaki melangkah terasa jadi berat. Tapi walaupun treknya didominasi batu kerikil harus selalu waspada, karena banyak sekali pijakan yang rapuh ketika dipijak.

Karena kewalahan, jadi saya lumayan sering berhenti karena ngos-ngosan, dada rasanya sesek banget. Sedari tadi jalan yang dilewati berupa tanjakan terjal yang berkerikil. Kekuatan fisik rasanya hampir habis..udah gag kuat, yang ada cuma sisa mental dan yakinin diri sendiri kalau saya bisa sampe kepuncak.

Rasanya gag nyampe-nyampe. Tapi akhirnya ketika matahari mulai terbit akhirnya sampe juga di tugu Yuda. Di Tugu Yuda, terlihat cantiknya Danau Gunung tujuh berselimut kabut, dari sini kita juga bisa melihat matahari yang terbih dari Gunung tujuh.








Saya pun cuma bisa duduk terpana menikmati semua keindahan ini, sayangnya saya gag bisa berlama-lama duduk di Tugu Yuda, dan masih harus berjuang untuk menuju puncak. Saat melanjutkan perjalanan, trek menuju puncak sudah mulai terlihat bagaimana bentuknya.



Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 2 )

Bermanjat-manjat dahulu menuju shelter 3



Pagi itu, indah sekali dari shelter satu gunung kerinci, setelah semalaman saya dibuat tak bisa tidur karena kaki yang terasa sangat pegal dan udara yang sangat dingin.



Saya keluar tenda, mendapati indahnya langit berwarna jingga menuju matahari terbit, walaupun dari lokasi ini tidak terlihat langsung sunrisenya tapi ini cukup menakjubkan. Belum lagi, kabut-kabut yang menyelimuti perbukitan disekitarnya, ahh saya merasa sedang berada sejajar dengan awan.




Senin, 22 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 1 )

Perjuangan dari sebuah penantian...


Kalau ada sebuah tempat yang mengingatkan saya tentang sebuah kesulitan dan perjuangan, tempat itu adalah Gunung Kerinci.


Beberapa minggu lalu, akhirnya saya menapaki kaki saya ditempat tertinggi dipulau Sumatera, sebuah penantian panjang sekitar enam bulan lalu ketika saya mendaftar trip pendakian bersama Backpaker Indonesia.



Selasa, 08 Juli 2014

Magical Prau, Gunung Seribu Puncak

Saatkita mencoba searching digoogle dengan keyword Gunung Prau, pasti kebanyakan foto yang bermunculan foto dengan latar Gunung Sindoro Sumbing yang membuat banyak orang jatuh cinta dengan Gunung Prau, tapi taukah kalian bahwa keindahan Prau tak hanya itu saja ?





Senin, 07 Juli 2014

Perjuangan menuju Puncak Prau

Kalau kebanyakan orang pada kepengen naik ke gunung prau karena ngeliat beberapa foto-foto yang beredar disosial media, saya termasuk orang yang penasaran sama gunung prau ketika setahun lalu jalan-jalan ke Dieng, melihat dari kejauhan sebuah gunung yang ditunjukin sama tukang ojek "mas itu sindoro ya? oh bukan mbak, itu namanya gunung prau, wah disana indah sekali lho"


Dan setelah berbekal informasi dan mbah google akhirnya berangkatlah dengan nekat secara independent untuk melakukan pendakian ke gunung prau bersama dua orang teman saya, di pertengahan Junikemarin, ceritanya sekalian closing gitu.


Gunung Prau sendiri berlokasi di dataran tinggi dieng diantara kabupaten Kendal, Batang dan Wonosobo. tingginya sekitar 2565 mdpl. Prau memang tak setinggi beberapa gunung disekitarnya seperti Sindoro dan Sumbing tapi yaa.. walaupun gag tinggi, treknya tuh bisa bikin kaki barbie potel... huh, KZL


Rabu, 11 Agustus 2010

Stunning Sunset at Candi Ratu Boko Temple

Ahh, rasanya sudah lama sekali saya tidak berwisata ke Candi. Terakhir kali berkunjung ke Candi sekitar tahun 2008, ketika saya liburan dengan teman-teman ke Jogja dan Bali, waktu itu kami main ke Candi Borobudur. Sebelumnya ya juga pernah saat Widya Wisata, Java Overland Tour semasa saya masih sekolah di SMIP, sekolah SMK berbasis pariwisata yang memang kegiatan wajibnya ya jalan-jalan, waktu itu saya berkunjung ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur. 
Sejauh ini menurut pandangan saya teteup sih ya, Candi Borobudur itu candi yang paling Indah seIndonesia, namun pandangan saya ternyata salah. 
Candi Borobudur yang menurut saya paling Indah itu kini tergantikan oleh Candi Ratu Boko ketika seminggu lalu saya main-main lagi ke Jogja. Sebelumnya pernah tau tentang candi ini karena letaknya gag jauh dari Candi Prambanan, tapi saya berpikir, ah mungkin tempatnya biasa aja, eh tapi ternyataaa...
Langit biru dengan goresan awan putih menyambut saya saat pertama kali sampai, balutan rumput hijau juga mempercantik candi ini.