Rabu, 13 April 2016

Danau Maninjau, kedamaian di ranah minang


Danau Maninjau Suamatera Barat

 "Vita kamu harus ke Danau Maninjau, disana indah sekali"
Ujar ibu Yeni, seorang ibu baik hati yang sudah memberi saya tumpangan menginap saat di Lembah Harau yang akhirnya membuat saya luluh dan memutuskan untuk berkunjung ke Danau Maninjau.


Pernahkah sebelumnya tidak tertarik untuk berkunjung kesuatu tempat karena kita melihat foto-foto dari google yang menurut kita kurang indah, tapi justru ketika kita sudah berkunjung ketempat itu malah kita jadi jatuh cinta..
Nah ini pengalaman saya, yang sebelumnya sangat menghindari untuk berkunjung ke Danau Maninjau sebagai tujuan saat ke Sumatera Barat. Waktu saya lihat dan cari infonya di google, sebagai salah satu destinasi favorit wisata di Sumatera Barat menurut saya Danau Maninjau itu biasa banget tapi setelah saya coba bertanya keteman-teman yang orang minang, malah banyak yang menyarakan agar saya berkunjung kesana. Akhirnya ego saya pun luluh. Benar kata pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang.

Senin, 13 Juli 2015

Backpacker, Traveler, Flashpacker Or Tourist ??






Udah gag dipungkiri lagi kalau kegiatan jalan-jalan atau traveling udah jadi sesuatu yang naik daun saat ini, sebagian udah menjadikannya gaya hidup. Banyak orang yang ngelakuin berbagai kegiatan perjalanan untuk suatu tujuan misal buat sekedar jalan-jalan dan having fun disuatu daerah, wisata alam misal pendakian gunung atau diving, olah raga, shoping, bisnis, dinas kerja, religi, nonton konser dan bahkan masih banyak lagi.

Nah, dari berbagai macam tujuan orang melakukan suatu perjalanan, muncul berbagai macam istilah atau golongan untuk orang-orang dengan berbagai macam tujuan dan aktivitas mereka saat traveling. Beberapa diantaranya ada Backpacker, Traveler, Flashpacker or Tourist. Gue pribadi masih belum begitu paham makna dan arti dari istilah-istilah itu.

Jumat, 10 Juli 2015

Menjelajah Eksotisme Mandeh ( Part 2 )

Di Pulau Cubadak kami hanya snorkling sebentar, kurang lebih hampir satu jam. Selesai bermain di Pulau Cubadak, kami diajak ke sebuah pulau berupa batu tebing besar. Pulau ini nampak biasa, tapi disinilah keseruannya.





Saya tidak tau apa nama pulau ini, tapi di pulau ini, kita bisa lompat dari ketinggian dan langsung terjun kelaut. Seruuu ! Teman saya coba untuk melompang. Namun butuh waktu yang cukup lama mengumpulkan niat lompat dan terjun ke laut itu, padahal ya lompatnya cuma sebentar...waduuh !

Hampir setengah jam menunggu teman-teman saya yang uji nyali untuk lompat dan terjun. Setelah itu dari yang takut mereka langsung kegirangan dan senang, malah nagih !! ckckck



Setelah asik terjun dari terbing, kita lanjut untuk mencari spot snorkling. Kami berada ditengah-tengah laut ,ayng kebetulan dangkal. Dari kejuahan terlihat ombak yang menggulung, namun akhirnya pecah ketika masuk kearea kawasan mandeh, disana sudah menghadap ke Samudera Hindia !

Kamis, 09 Juli 2015

Menjelajah Eksotisme Mandeh ( Part 1 )

Selamat pagi dari Pulau Setan !




Pagi itu saya terbangun karena suara ombak yang sedang pasang, lalu ketika membuka tenda saya pun mendapat pemandangan yang sangat menankjubkan.

Ahh, SUNRISE !!!

Rabu, 08 Juli 2015

Pulau Setan ! Pesona Pulau Tropis di Ranah Minang ( Part 2 )




Rasanya kurang lengkap jika sudah berkunjung ke sebuah pulau tapi tidak mengeksplore setiap sudutnya. Pulau Setan yang nampak dari kejauhan saja sudah terlihat eksotis, seolah menyimpan banyak kecantikan yang tersembunyi membuat tiap orang ingin menjamah keindahannya.

Siang ini matahari terasa terik, sinarnya terasa mengigit lembut kulit tapi tak menyurutkan keinginan dan rasa penasaran saya untuk coba berjalan untuk berkeliling melihat keindahan disudut Pulau Setan.



Selasa, 07 Juli 2015

Pulau Setan ! Pesona Pulau Tropis di Ranah Minang ( Part 1 )



Siang itu setelah selesai bernego dengan pihak penyewa kapal dan menyiapkan segala kebutuhan perbekalan logistik kami berangkat dari dermaga pelabuhan Carocok. Pulau Setan merupakan pulau yang dipilihkan oleh pihak penyewa kapal untuk kami stay dalam trip Mandeh.

Selama diperjalanan saya sebenernya agak was-was, yah keinget namanya yang agak horor...
"Duh, Pulau Setan yaahh.. dari denger namanya aja kok udah bikin merinding.. yang kebayang diotak saya sih sebuah pulau terpencil yang terisolasi karena angker dan berhantu. Eitss..tapi tunggu dulu, kalau kata emak ane ni bilang, jangan langsung menjudge sesuatu cuma dari cover apalagi dari nama.. *Iisssh syedap !"

Senin, 06 Juli 2015

Mandeh.. Pesona Pesisir Selatan Sumatera Barat



Minang, Padang dan Sumatera Barat.. pastinya sudah identik dengan Rendang, Bukit Tinggi dan Jam Gadang.. padahal masih banyak lagi hal menarik lainnya yang bisa kita explore di Sumatera Barat terutama pesona kecantikan alamnya.

Rasanya saya beruntung, bisa menikmati lagi keindahan bahari di Indonesia Barat, dimana sebelumnya saya sangat beruntung untuk nikmati kecantikan bahari di Ujung Indonesia, tepatnya sih di Pulau Weh, Sabang, Aceh. Sebenarnya berbicara tentang pesona Bahari Indonesia Barat, bukan cuma Sabang tapi ada lagi yang lebih keren seperti  Mentawai, Nias, Pulau Banyak, Bangka Belitung, Bintan, dan Anambas ( sayangnya belum kesana :( ).

Perjalanan saya untuk bisa menikmati keindahan pesisir selatan Sumatera Barat memang sudah direncanakan jauh hari sebelum pendakian Kerinci. Ketika itu seorang teman  menscreenshoot sebuah postingan diinstagram tentang pesona keidahan bahari di Indonesia Barat yang belum pernah saya tau sebelumnya dan itu adalah MANDEH.... Yak. ketika teman saya itu menunjukan tentang foto-foto Mandeh saya pun langsung mupeng dan gatel untuk kepoin. Apa sih itu Mandeh ??? DAAAAN hasil dari searching di mbah google saya pun mendapati kalau Mandeh itu memang Indah dan mengingatkan saya sama keindahan Taman Nasional Komodo.. kemudian aku pun jatuh cinta.. ;')

Lalu apa sih itu Mandeh ?

Senin, 29 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 5 )

Bertarung dengan badai bermodal mental




Okey... akhirnya setelah kurang lebih 5 jam perjalanan turun dari puncak sampe juga di shelter tiga. Kedua teman saya langsung tepar dan minta istirahat dulu satu jam sebelum lanjut untuk turun. Saya akhirnya pun nego dengan mas Mawardi untuk turun jam satu, tapi gag ngelarang teman-teman lain jika ingin turun duluan.

Yak, manusia merencanakan, manusialah yang menentukan. Niat turun jam satu dari shelter tiga akhirnya pun molor 4 jam, alias baru turun jam 5. Beberapa faktornya sempat hujan dan penyebab utama ada rombongan pendaki yang namu ditenda kami karena ada temannya yang sakit, jadi numpang istirahat.

Dan.. seperti biasa, bisa naik gag bisa turun. Dari shelter tiga ke shelter dua ini turunnya gag kalah berat. Saya sempet kelimpungan juga apalagi guide saya jalan belakangan. Untungnya ada dua orang rombongan pendaki dari bekasi yang sempat mampir ditenda kami, jalan bareng saya, Flo dan Novi.

Momen yang paling menyedihkan, ketika saya gag kuat berdiri karena kesangkut diantara lubang dan ranting. Entahlah, saya bukan takut ketinggian, saya hanya takut jatuh.. iya jatuuuh, aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tersesat dalam lamunan luka dalam...uw uw... *halah kok malah nyanyi :|

Untungnya, gag lama si abang guide pun muncul, seperti biasa beliau jadi penyelamat saya.. ahahahaha

Dan tibalah kami dishelter dua sekitar jam 6 lebih. Hari mulai gelap.. sempet mampir sebentar ditenda rombongan pendaki yang tadi mampir ditenda kami. Dan kebodohan itu pun dimulai.. karena saya menitipkan kerir saya. Salah satu dari mereka, menawarkan untuk membawakan kerir saya. Saya pikir tidak masalah, ini bisa mengurangi beban saya, biar saya bisa jalan lebih cepat tanpa beban. Bodohnya, saya jalan duluan, rombongan mereka jalan belakangan diatas jam 7, saya pun tidak masalah. Toh jalan mereka cepat, mereka pasti bisa menyusul saya.

Rabu, 24 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 4 )

Bisa Naik Gag Bisa Turun.... 



Banyak yang menganggap kalau turun gunung tuh lebih gampang daripada naiknya, makanya dari prediksi waktu yang namanya turun pasti lebih cepat. Nah, sebenernya iyaa, tapi untuk urusan turun gunung dengan waktu yang cepat kayanya itu bukan saya.. hiksss



Rasanya iri sama orang-orang yang bisa lari-larian ketika turun gunung. Kalau saya ketika turun gag pernah absen buat ngesot bahkan pernah sampe celana bolong ! hahahhaha.


Selasa, 23 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 3 )

Menuju Puncak


Sekitar jam 2 dini hari, terdengar suara Mas Mawardi yang membangunkan kami dari luar tenda. Huhh, rasanya belum rela ninggalin sleeping bag untuk berangkat summit attack. Badan masih terasa lemas banget karena terlalu capek diperjalanan ke shelter tiga tadi siang. Apalagi udara diluar yang dingin banget.... ampun deh, enaknya mah ini tidur aja, tapi masa udah jauh sampe sini cuma buat tidur.. ?

Oke. akhirnya maksain diri, nyemangatin diri buat summit attack. Kira-kira perjalanan summit attack dimulai jam 3 dari shelter tiga. Rasanya kaki udah gag kuat lagi buat melangkah, belum lagi harus melawan dingin. Tapi dalam situasi dingin yang menusuk, harus terus bergerak untuk melawan dingin agar tubuh tetap terasa hangat.

Dalam perjalanan summit attack, saya sempat kewalahan.. Trek summit attack dari shelter tiga menuju puncak cukup sulit walau tak seekstrim trek dari shelter dua keshelter tiga. Oya, treknya di dominasi sama batuan kerikil agak lebih mending sih daripada trek summit attack Gunung Semeru dari Kalimati Kepuncak yang pasirnya halus, kalau kaki melangkah terasa jadi berat. Tapi walaupun treknya didominasi batu kerikil harus selalu waspada, karena banyak sekali pijakan yang rapuh ketika dipijak.

Karena kewalahan, jadi saya lumayan sering berhenti karena ngos-ngosan, dada rasanya sesek banget. Sedari tadi jalan yang dilewati berupa tanjakan terjal yang berkerikil. Kekuatan fisik rasanya hampir habis..udah gag kuat, yang ada cuma sisa mental dan yakinin diri sendiri kalau saya bisa sampe kepuncak.

Rasanya gag nyampe-nyampe. Tapi akhirnya ketika matahari mulai terbit akhirnya sampe juga di tugu Yuda. Di Tugu Yuda, terlihat cantiknya Danau Gunung tujuh berselimut kabut, dari sini kita juga bisa melihat matahari yang terbih dari Gunung tujuh.








Saya pun cuma bisa duduk terpana menikmati semua keindahan ini, sayangnya saya gag bisa berlama-lama duduk di Tugu Yuda, dan masih harus berjuang untuk menuju puncak. Saat melanjutkan perjalanan, trek menuju puncak sudah mulai terlihat bagaimana bentuknya.



Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 2 )

Bermanjat-manjat dahulu menuju shelter 3



Pagi itu, indah sekali dari shelter satu gunung kerinci, setelah semalaman saya dibuat tak bisa tidur karena kaki yang terasa sangat pegal dan udara yang sangat dingin.



Saya keluar tenda, mendapati indahnya langit berwarna jingga menuju matahari terbit, walaupun dari lokasi ini tidak terlihat langsung sunrisenya tapi ini cukup menakjubkan. Belum lagi, kabut-kabut yang menyelimuti perbukitan disekitarnya, ahh saya merasa sedang berada sejajar dengan awan.




Senin, 22 Juni 2015

Haru Biru Di Atap Sumatera, Gunung Kerinci 3805 mdpl ( part 1 )

Perjuangan dari sebuah penantian...


Kalau ada sebuah tempat yang mengingatkan saya tentang sebuah kesulitan dan perjuangan, tempat itu adalah Gunung Kerinci.


Beberapa minggu lalu, akhirnya saya menapaki kaki saya ditempat tertinggi dipulau Sumatera, sebuah penantian panjang sekitar enam bulan lalu ketika saya mendaftar trip pendakian bersama Backpaker Indonesia.



Selasa, 08 Juli 2014

Magical Prau, Gunung Seribu Puncak

Saatkita mencoba searching digoogle dengan keyword Gunung Prau, pasti kebanyakan foto yang bermunculan foto dengan latar Gunung Sindoro Sumbing yang membuat banyak orang jatuh cinta dengan Gunung Prau, tapi taukah kalian bahwa keindahan Prau tak hanya itu saja ?





Senin, 07 Juli 2014

Perjuangan menuju Puncak Prau

Kalau kebanyakan orang pada kepengen naik ke gunung prau karena ngeliat beberapa foto-foto yang beredar disosial media, saya termasuk orang yang penasaran sama gunung prau ketika setahun lalu jalan-jalan ke Dieng, melihat dari kejauhan sebuah gunung yang ditunjukin sama tukang ojek "mas itu sindoro ya? oh bukan mbak, itu namanya gunung prau, wah disana indah sekali lho"


Dan setelah berbekal informasi dan mbah google akhirnya berangkatlah dengan nekat secara independent untuk melakukan pendakian ke gunung prau bersama dua orang teman saya, di pertengahan Junikemarin, ceritanya sekalian closing gitu.


Gunung Prau sendiri berlokasi di dataran tinggi dieng diantara kabupaten Kendal, Batang dan Wonosobo. tingginya sekitar 2565 mdpl. Prau memang tak setinggi beberapa gunung disekitarnya seperti Sindoro dan Sumbing tapi yaa.. walaupun gag tinggi, treknya tuh bisa bikin kaki barbie potel... huh, KZL


Minggu, 20 April 2014

Indahnya perjalanan menuju Iboih



Puas bermain di sisi timur Pulau Weh, membuat saya dan teman-teman ingin explore ketempat lain yaitu diwilayah barat. Sebuah wilayah yang terkenal dengan keindahan pantai dan taman lautnya yang bahkan menjadi salah satu spot diving terbaik dunia, tak lain dan tak bukan adalah Iboih.

Yup.. Iboih adalah salah satu icon dari pariwisata di Sabang. Kalau googling tentang wisata Sabang banyak banget muncul foto-foto dikawasan Iboih.


Rabu, 16 April 2014

Akhirnya... BUNKER JEPANG !!!




Sebenarnya setelah dari Pantai Sumur 3 siang itu, niat hati ingin sekali ke Bunker Jepang, tapi sayangnya kami tidak menemukan dimana lokasi Bunker Jepang, tepatnya sih kesasar hampir ke Pelabuhan Balohan malah :|



Selasa, 15 April 2014

Terbius hangatnya mentari pagi di Pantai Sumur 3, Sabang



Pagi-pagi sekali saya dan teman-teman bangun dan langsung bergegas untuk berangkat menuju ke Pantai Sumur 3. Sayang sekali, kami tidak menginap di penginapan sekitar pantai karena kamar dipenginapan banyak yang sudah full, akhirnya kami memutuska untuk menginap dihomestay sekitar pusat kota Sabang.

Perjalanan dari penginapan kami menuju pantai ditempuh sekitar 5-10 menit, dengan menggunakan motor. Sangat dekat sekali, apalagi lalu lintas pagi itu masih sangat sepi jadi kami bisa ngebut ria...hihihi




Dari kejauhan dalam perjalanan menuju pantai semburat mentari mulai muncul. Saya agak panik, takut sekali kehilangan momen melihat matahari terbit. Tapi ternyata ketika tiba sampai dipantai ternyata mataharinya belum muncul, baru semburatnya saja..untunglah.




Senin, 14 April 2014

Senja penuh cinta di Pantai Kasih, Sabang



Akhirnya, setelah kemarin saya mlewatkan untuk menikmati sunset di Pantai Kasih, akhirnya kesampean juga.

                                                                               images source

Setelah menjemput seorang teman di Pelabuhan Balohan, kami langsung mencari penginapan dulu di sekitar kota Sabang. Akhirnya pencarian kami tertuju pada Kartini Homestay. Overall, Kartini Homestay cukup oke. Kami dapat harga 150.00 permalam unuk 3 orang dengan fasilitas AC, kamar mandi dalam dan breakfast. Suasana tempatnya pun sangat homie seperti dirumah sendiri. Sayangnya saya gag sempet mengabadikan gambar ditempat ini jadi cuma bisa ambil fotonya dari google, huhu.

Sebenarnya ingin sekali menginap di sekitar Pantai Sumur 3, sayangnya mayoritas penginapan sudah full. Lokasi penginapan kami menuju ke Pantai Kasih sangat dekat, sekitar 5 menit berkendara dengan motor. 


Minggu, 13 April 2014

Menikmati senja di Sabang Fair




Tidak jauh dari Pantai Kasih dan juga pusat Kota Sabang, ada semacam lokasi yang juga merupakan titik keramaian di Kota Sabang. Di wilayah ini kerap dijadikan tempat masyarakat untuk berkumpul dan berolah raga ataupun sekedar duduk duduk sambil menikmati senja.



Sabtu, 12 April 2014

Tentang keceriaan dan impian di Pantai Kasih, Sabang


Salah satu tempat yang jadi bucket list saya ketika berkunjung ke Sabang adalah Pantai Kasih. Saya penasaran banget pengen liat orang main wind surfing disini sambil liat senja. Sebagai sunset hunter, saya merasa wajib buat kesini.





Setelah sempat berputar-putar karena niatnya mau cari bunker jepang tapi sayangnya gag ketemu, akhirnya saya putuskan untuk ke Pantai Kasih.